Tokoh Pemekaran Cianjur Selatan H. Nana Sumarna Wafat di Usia 85 Tahun
Cianjur Selatan — Kabar duka menyelimuti masyarakat Cianjur Selatan. Salah satu tokoh penting dalam perjuangan pemekaran wilayah, Haji Nana Sumarna, dikabarkan wafat pada Minggu, 19 Juli 2026, sekitar pukul 04.00 WIB di kediamannya di Desa Cimaskara, Kecamatan Cibinong, Cianjur Selatan. Almarhum meninggal dunia pada usia 85 tahun.
Semasa hidupnya, H. Nana Sumarna dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi bagi masyarakat. Ia merupakan pendiri Paguyuban Masyarakat Cianjur Kidul (PMCK) sekaligus pencetus presidium pemekaran Kabupaten Cianjur Selatan. Perannya sangat besar dalam mendorong aspirasi masyarakat demi terwujudnya pemerataan pembangunan di wilayah selatan Cianjur.
Tak hanya aktif dalam gerakan sosial, almarhum juga pernah mengabdikan diri sebagai guru Sekolah Dasar serta menjabat sebagai kepala desa selama kurang lebih 25 tahun. Kiprahnya di bidang kemanusiaan pun tidak diragukan, di mana ia kerap membantu masyarakat dan komunitas dalam memperjuangkan hak-haknya.
Dikenal sebagai aktivis sejati, H. Nana Sumarna mengabdikan 18 tahun terakhir hidupnya untuk mengawal perjuangan pemekaran Cianjur Selatan. Ia turun langsung ke lapangan, mengunjungi 314 desa di 14 kecamatan, guna menyerap aspirasi masyarakat. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan terhimpunnya dukungan resmi dari para kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk pengajuan pemekaran.
Perjuangan itu terus ia kawal hingga tingkat kabupaten, yang akhirnya membuahkan persetujuan bersama antara Bupati dan DPRD Cianjur pada tahun 2020. Tak berhenti di situ, ia juga turut mengawal proses hingga tingkat provinsi, yang kemudian diakomodir oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD.
Salah satu saksi hidup perjuangan almarhum, Anan Hermawan, menyebut sosok H. Nana Sumarna sebagai figur yang luar biasa.
“Beliau adalah sosok yang gigih dan tidak pernah lelah memperjuangkan aspirasi masyarakat Cianjur Selatan. Kami biasa memanggilnya Apih Haji,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Asep Sopyan, pengurus presidium pemekaran Cianjur Selatan, yang turut mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhir di Kampung Pasir Kambing, Desa Cimaskara. Ia mengaku sangat kehilangan atas wafatnya sosok yang selama ini menjadi panutan dalam perjuangan.
“Kami sangat terpukul. Beliau adalah pejuang sejati untuk masyarakat Cianjur Selatan. Semoga almarhum husnul khatimah,” ungkapnya.
Kepergian H. Nana Sumarna meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat, khususnya mereka yang merasakan langsung perjuangan dan dedikasi beliau. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai pejuang rakyat, penggerak perubahan, dan tokoh pemersatu aspirasi masyarakat Cianjur Selatan.
Selamat jalan, Apih Haji. Jasa dan perjuanganmu akan selalu hidup dalam hati masyarakat.